⏩Menyambung bacaan basmalah langsung dengan alhamdulillah (tanpa waqaf/berhenti) saat membaca Surat Al-Fatihah hukumnya adalah sunnah dan memiliki keutamaan yang sangat besar menurut para ulama, khususnya dalam literatur fiqh Mazhab Syafi'i seperti kitab Busyral Karim karya Syekh Said Ba'isyan.Saat Anda menyambungnya (secara wasal), bunyi ujung ayat pertama berubah menjadi: “Bismillahirrahmanirrahimil-hamdulillahi rabbil 'alamin.”
⏩Kalam Sayyidi Syekh Ahmad Tijani Terkait Bismillah Dalam Surat al-Fatihah.
Qadhi Ahmad Sukairij Radhiyallahu Anhu mengutip dalam kitab beliau Kasyful Hijab halaman: 139 bahwasanya:
يقول سيدنا الشيخ رضي الله عنه
عمري ما تركت البسملة متصلة بالفاتحة لا في الصلاة ولا في غيرها، للحديث الوارد في فضلها المؤكد باليمين
al-Quthbul Maktum Sayyidi Syekh Ahmad Bin Muhammad at-Tijaniy Radhiyallahu Anhu berkata:
“Sepanjang umur hidupku tidak pernah aku meninggalkan menyambung ucapan Bismillahir Rahmanir Rahim dengan al-Hamdulillahi Rabbil Alamin ketika membaca Surat al-Fatihah baik al-Fatihah di dalam shalat atau di luar shalat, lantaran adanya keterangan hadis Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam yang menjelaskan keutamaan membaca al-Fatihah dengan washal (menyambungkan) antara Bismillahir Rahmanir Rahim dan alhamdulillahi rabbil alamin. Hadis tersebut dikuatkan dengan menggunakan redaksi sumpah dimana Allah Taala sebagai Maha pencipta bersumpah dengan keagungan-Nya.”
💢Adapun hadis tersebut sebagai berikut:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال الله تعالى يا إسرافيل وعزتي و جلالي وجودي وكرمي من قرأ بسم الله الرحمن الرحيم متصلة بفاتحة الكتاب مرة واحدة فاشهدوا علي أني قد غفرت له وقبلت منه الحسنات وتجاوزت له عن السيئات، ولا أحرق لسانه بالنار وأجيره من عذاب القبر وعذاب النار وعذاب يوم القيامة والفزع الأكبر ويلقاني قبل الانبياء والأولياء وهو من المؤمنين .
Rasulullah bersabda: Allah Taala berfirman: Wahai Israfil, demi kemuliaan, keagungan, kedermawanan dan kemurahan-Ku ketahuilah, Siapa saja yang membaca kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim disambungkan jadi satu dengan al-Hamdulillahi Rabbil Alamin ketika ia membaca surat al-Fatihah, maka saksikanlah oleh kalian aku telah ampuni dosanya, aku terima kebaikannya, aku maafkan kesalahannya, aku tidak bakar lisanya dengan api neraka, aku lindungi dirinya dari azab kubur, azab neraka, azab hari qiyamat dan keterkejutan besar saat nama-nama makhluq disebutkan, menjumpaiKu sebelum para nabi dan wali dirinya termasuk orang beriman.
✅Keutamaan Membaca dengan Washal (Disambung):
Berdasarkan sebuah hadis yang dikutip, Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa, penerimaan amal kebaikan, perlindungan dari azab kubur dan neraka, serta perlindungan dari keterkejutan besar di hari kiamat bagi siapa saja yang membaca Basmalah disambung dengan Al-Fatihah dalam satu tarikan napas..
✅Posisi Istimewa: Orang yang mengamalkan hal ini disebutkan akan menjumpai Allah SWT sebelum para Nabi dan Wali .
Teladan Ulama: Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijani
Radhiyallahu Anhu menyatakan bahwa sepanjang hidupnya beliau tidak pernah meninggalkan cara membaca Al-Fatihah dengan menyambung Basmalah tersebut, baik di dalam maupun di luar shalat, karena keyakinannya pada keutamaan hadis tersebut (terdapat dalam kitab Kasyful Hijab).
🔆keterangan ini menekankan pentingnya menjaga istiqomah dalam mengamalkan praktik ini sebagai bagian dari ibadah
Semoga bermanfaat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar