KHASIAT MEMAKAI CINCIN AKIK
Dalam kitab Wasā’il (الوسائل) disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai Ali, pakailah cincin di tangan kananmu, niscaya engkau termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
Ali bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang dimaksud orang-orang yang didekatkan itu?”
Beliau menjawab, “Jibril dan Mikail.”
Ali bertanya lagi, “Dengan batu apa aku harus memakai cincin, wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda:
“Dengan akik merah, karena ia adalah gunung pertama yang mengakui keesaan Allah, mengakui kenabianku, mengakui wasiatmu wahai Ali, mengakui kepemimpinan anak keturunanmu, bagi para pecintamu adalah surga, dan bagi pengikut keturunanmu adalah Firdaus.”
Diriwayatkan dari Imam ar-Ridha :
- Akik menolak kefakiran, dan memakai akik menolak kemunafikan.
- Siapa yang mengundi (berundi/berkurban/berbagi) sementara di tangannya ada cincin akik, maka bagian yang keluar untuknya adalah yang terbaik dan paling sempurna.
Dari Abu Abdullah (Imam Ja‘far ash-Shadiq) :
Rasulullah ﷺ bersabda:
- “Pakailah akik, karena ia diberkahi. Siapa yang memakai akik, hampir pasti akan ditetapkan baginya akhir yang baik.”
- “Siapa yang memakai akik, hajat-hajatnya akan dikabulkan.”
- “Akik adalah pengaman dalam perjalanan.”
- “Siapa yang menjadikan batu cincin dari akik, ia tidak akan menjadi fakir, dan tidak diputuskan untuknya kecuali yang terbaik.”
Diriwayatkan bahwa seorang gubernur pernah memanggil seorang keturunan Abu Thalib karena suatu tuduhan. Ia melewati Imam Ja‘far ash-Shadiq . Imam berkata agar ia diberi cincin akik. Setelah ia memakai cincin akik, tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya.
Diriwayatkan ada seorang lelaki mengadu kepada Nabi ﷺ bahwa ia dirampok di jalan. Nabi bersabda:
“Mengapa engkau tidak memakai cincin akik? Sesungguhnya ia menjaga dari segala keburukan.”
Beliau juga bersabda:
“Pakailah akik, karena selama ia dipakai, seseorang tidak akan ditimpa kesedihan.”
Dari Basyir ad-Dahhān, ia berkata:
Aku bertanya kepada Abu Ja‘far (Imam al-Baqir) : “Batu apa yang sebaiknya kupasang pada cincinnku?”
Beliau menjawab:
“Wahai Basyir, mengapa engkau tidak memilih akik merah, akik kuning, atau akik putih? Sesungguhnya ketiganya adalah tiga gunung di surga.”
Beliau melanjutkan:
“Siapa dari pengikut keluarga Muhammad yang memakai salah satunya, ia tidak akan melihat kecuali kebaikan, keindahan, kelapangan rezeki, keselamatan dari segala bala, menjadi pengaman dari penguasa zalim dan dari segala yang ditakuti.”
Dari Abu Abdullah :
“Tidaklah diangkat tangan kepada Allah yang lebih Dia cintai daripada tangan yang di dalamnya terdapat batu akik.”
Dari Sulaiman al-A‘mash:
Aku pernah bersama Ja‘far bin Muhammad di depan pintu Abu Ja‘far al-Manshur. Keluar seorang lelaki yang baru dicambuk. Imam berkata: “Lihatlah apa batu cincinnya.”
Aku berkata: “Wahai putra Rasulullah, batunya bukan akik.”
Beliau berkata:
“Seandainya itu akik, ia tidak akan dicambuk.”
“Ia adalah pengaman dari terpotongnya tangan.”
“Ia pengaman dari tertumpahnya darah.”
“Allah menyukai tangan yang berdoa kepada-Nya sementara padanya ada akik.”
“Sungguh mengherankan tangan yang memakai akik, bagaimana bisa kosong dari dinar dan dirham.”
“Ia pengaman dari segala bala.”
“Ia pengaman dari kefakiran.”
Beliau membolehkan meriwayatkan hal itu dari kakeknya, Husain bin Ali .
Dari Imam ash-Shadiq :
“Dua rakaat shalat dengan memakai akik setara dengan seribu rakaat tanpa memakainya.”
Dalam Fashl al-Khithab disebutkan bahwa Ali bin Muhammad (Imam al-Hadi) mengizinkan seorang pelayannya berziarah ke Thus, dan berkata:
“Bawalah cincin dengan batu akik kuning, yang di atasnya tertulis:
‘Ma sya Allah la quwwata illa billah astaghfirullah’
dan pada sisi lainnya:
‘Muhammad dan Ali’
karena ia pengaman dari pemotongan (hukuman), lebih sempurna untuk keselamatan, dan lebih menjaga agamamu.”
Dari Imam ar-Ridha :
“Siapa yang pagi hari memakai cincin akik di tangan kanan, sebelum dilihat orang lain ia membalikkan batu itu ke arah dalam telapak tangannya dan membaca surat Al-Qadr sampai selesai, lalu berkata:
‘Aku beriman kepada Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan aku beriman kepada rahasia keluarga Muhammad dan kepada yang tampak dari mereka,’
maka Allah akan menjaganya pada hari itu dari segala keburukan yang turun dari langit, yang naik ke sana, yang masuk ke bumi dan yang keluar darinya. Ia berada dalam perlindungan Allah dan Rasul-Nya sampai petang.”
Dalam kitab Wasā’il disebutkan bahwa pernah dikatakan kepada Imam Hasan al-Askari :
“Engkau tidak memilih sesuatu melebihi akik merah?”
Beliau menjawab:
“Ya, karena banyaknya keutamaan yang disebutkan tentangnya. Ayahku mengabarkan bahwa orang pertama yang memakai akik adalah Nabi Adam as. Ia melihat tertulis di Arsy:
‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Muhammad adalah pilihan-Ku dari makhluk-Ku. Aku menguatkannya dengan saudaranya Ali dan Aku menolongnya dengannya,’
hingga disebut lima nama pemilik Kisa’.”
Ketika Adam memakan buah dari pohon itu dan turun ke bumi, ia bertawassul kepada Allah dengan nama-nama tersebut, maka Allah menerima tobatnya.
Adam lalu membuat cincin dari perak, menjadikan batunya dari akik merah, mengukir lima nama itu padanya, dan memakainya di tangan kanan. Maka itu menjadi sunnah yang diamalkan orang-orang bertakwa dari keturunannya.
fb: Mohamad Mansur