"WASPADA 5 Tanda Wanita
Pemberi Harapan Palsu"
Memberi harapan palsu ataa sering
disebut breadcrumbing adalah situasi di
mana seseorang memberikan perhatian
yang cukup untuk membuatmu tetap
tertarik, tetapi tidak pernah berniat untuk
berkomitmen secara serius.
Berikut adalah5 tanda bahwa seorang
wanita mungkin hanya memberimu
harapan palsu:
1. "Panas-Dingin" yang Tidak Konsisten
Ini adalah tanda paling klasik. Suatu hari
dia bisa sangat manis, mengirim pesan
sepanjang waktu, dan membuatmu
merasa sangat spesial. Namun, tiba-tiba
dia menghilang tanpa kabar selama
berhari-hari.
• Polanya: Dia muncul hanya saat dia
merasa kesepian atau butuh validasi, lalu
menjauh saat kamu mulai menunjukkan
keseriusan.
2. Menghindari Pembicaraan Tentang
Status
Setiap kali kamu mencoba membawa
percakapan ke arah yang lebih seriUs
atau menanyakan "kita ini apa?", dia akan
selalu punya alasan untuk menghindar.
• Dia mungkin berkata: "Aku lagi nggak
mau melabeli sesuatu" atau "Kita jalani aja
dulu ya, aku belum siap."
•Masalahnya, dia terus bersikap seolah
kalian berpacaran, tapi menolak tanggung
jawab yang menyertainya.
3. Rencana Pertemuan yang Selalu
"Wacana'"
Dia sering mengajak bertemu atau
menyetujui ajakannmu, tapi sangat sering
membatalkannya di menit-menit terakhir
(cloning).
• Dia suka membangun antusiasme ("Wah,
ayo kita ke sana kapan-kapan!"), tapi tidak
pernah benar-benar mewujudkannya.
• Kamu merasa seperti dijadikan cadangan
ketika rencana utamanya gagal.
4. Hanya Menghubungi Saat Butuh
Sesuatu
Perhatikan kapan dia biasanya mengirim
pesan. Jika dia hanya muncul saat butuh
bantuan (tugas, bantuan transportasi,
atau sekadar butuh teman curhat tentang
masalahnya), itu adalah tanda dia hanya
memanfaatkan perhatianmu.
• Setelah kebutuhannya terpenuhi,
intensitas komunikasinya akan menurun
drastis sampai dia butuh sesuatu lagi.
5. Dia Membatasi Akses ke Kehidupan
Nyatanya
Meskipun kamu merasa dekat dengannya
secara emosional melalui ponsel, kamu
menyadari bahwa kamu tidak benar-benar
mengenalnya.
• Kamu tidak pernah dikenalkan ke
teman-temannya.
• Dia tidak pernah membagikan detail
penting tentang hidupnya yang bersifat
pribadi.
• Kamu merasa seperti "rahasia" atau
hanya ada di dalam dunia digitalnya saja.