□ SAAT SEMUA JALAN TERTUTUP
(RAHASIA TERDALAM SHOLAWAT ADRIKNI
YANG JARANG DIBICARAKAN)
"Ada satu sholawat... yang hanya hidup saat kamu benar-benar hancur."
"Dengarkan sahabatku.. sampai akhir. Jangan buru-buru merasa kuat."
Sholawat ini tidak cocok untuk orang yang masih merasa mampu. Ia lahir dari jiwa yg benar-benar kehabisan jalan. QOD DHAQOT HILATI, bukan putus asa tapi awal pertolongan.
Malam itu sunyi. Lampu surau redup. Seorang santri duduk tertunduk di hadapan Kyainya. Matanya basah, dadanya sesak.
▪︎ SANTRI
Pak Kyai.. idzinkan aku bertanya.
• KYAI
Bertanyalah. Tapi ketahuilah, pertanyaanmu mungkin bukan datang dari akal, melainkan dari luka.
▪︎ SANTRI
Pak Kyai.. aku membaca sholawat :
"ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN, QOD DHAQOT HILATI ADRIKNI YA RASULULLAH."
Apa makna yang sebenar-benarnya, Pak Kyai⁉️
Kyai terdiam lama. Ia memandang santrinya itu, seakan memandang dirinya sendiri di masa silam.
• KYAI
Anakku... sholawat itu bukan untuk orang yang masih merasa punya pegangan.
▪︎ SANTRI
Maksud Pak Kyai⁉️
• KYAI
Kalimat QOD DHAQOT HILATI.. itu bukan sekedar kalimat putus asa. Itu adalah pengakuan paling jujur seorang hamba saat seluruh sandaran runtuh.
Kyai menunduk, suaranya pelan namun menghujam.
• KYAI
Saat akalmu tak lagi mampu menjelaskan takdir. Saat amalmu terasa tak bisa menyelamatkan. Saat doa-doamu terasa kembali kosong. Disitulah "QOD DHAQOT HILATI" hidup.
Santri menelan ludah. Dadanya bergetar.
▪︎ SANTRI
Lalu mengapa memanggil Rasulullah.. Pak Kyai⁉️ Bukankah pertolongan hanya dari Allah⁉️ Kyai tersenyum pahit.
• KYAI
Inilah titik di mana banyak orang tersesat karena tidak memahami hakekat.
Kyai mendekat
• KYAI
Memanggil Rasulullah bukan berarti mengganti Allah. Rasulullah adalah pintu rahmat, bukan tujuan. Cahaya, bukan sumber cahaya.
• KYAI
Saat engkau berkata : "ADRIKNI YA RASULULLAH" hakekatnya engkau sedang berkata :
"Ya Allah, aku tak tau jalan menuju-Mu, tuntun aku dengan cahaya yang Engkau cintai."
Air mata santri jatuh
▪︎ SANTRI
Jadi... sholawat ini bukan untuk meminta dunia⁉️
• KYAI
Bukan‼️ Dunia hanyalah efek samping. Kyai menghela nafas panjang.
• KYAI
Sholawat ini lahir dari jiwa yang kalah.
Bukan kalah oleh manusia,
tapi kalah di hadapan Allah.
• KYAI
Selama engkau masih merasa kuat, Sholawat ini hanya bunyi
Tetapi ketika engkau benar-benar hancur...
Ia menjadi jeritan ruh.
Santri menggigil
▪︎ SANTRI
Pak Kyai... apakah Allah benar-benar menolong saat kita hancur⁉️
Kyai menatap tajam, suaranya bergetar.
• KYAI
Justru Allah tidak menolong saat engkau merasa mampu. Dia menolong saat engkau berhenti merasa. Sunyi.. hanya nafas yang terdengar.
• KYAI
Itulah rahasia sholawat ini.
Bukan untuk memanggil keajaiban,
tapi untuk mematikan kesombongan.
Kyai berdiri.
• KYAI
Jika suatu hari hidupmu gelap,
jika doamu terasa mentah,
jika hatimu benar-benar tak punya sandaran..
bacalah sholawat itu, bukan dengan lisan, tapi dengan runtuh.
Kyai melangkah pergi.
Di lantai surau, santri itu tersungkur.
Bukan karena kalah oleh hidup,
melainkan karena akhirnya ia menyerah sepenuhnya kepada Allah.
Dan di situlah...
pertolongan mulai turun.