Senin, 07 September 2026

Guru Sekumpul dan Habib Abdul Qodir

Guru Sekumpul - Habib Abdul Qodir


Tahun 2009, Habib Umar bin Hafidz melakukan perjalanan dakwahnya di Indonesia, di mana salah satu tempat yang dituju adalah makam KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul). Meskipun secara dhohir belum sering bertemu, secara batin keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

Habib Umar mengisahkan bahwa semasa hidupnya, Guru Sekumpul selalu membaca Maulid Simtud-Duror Al Habsyi di majlis maulid di Sekumpul, Martapura, setiap malam Senin hingga arys bergemuruh lantaran bacaan tersebut. Beliau juga menuturkan:

"Pemegang Wali Qutub saat itu ada dua orang, yaitu Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf di Jeddah dan Syeikh Zaini di Sekumpul, Martapura. Aku dibukakan futuh (dibukanya ruhani) melihat Wali Qutub Syeikh Zaini berada di dalam istana yang sangat megah. Istananya bertingakat dengan banyak kebun-kebun. Istana Syeikh Zaini berada di bawah naungan Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, datuknya (Guru Kalampayan), dibawah bimbingan Syeikh Samman dan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani yang diterimanya langsung dari Rasulullah SAW. Istana itu dipenuhi oleh murid-murid Syeikh Zaini."

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf sendiri merupakan sosok guru mulia yang sangat masyhur pada masanya, dan Habib Umar termasuk salah satu murid kinasih beliau.

Habib Umar juga menceritakan betapa luar biasanya Guru Sekumpul beserta murid-muridnya, seraya menegaskan:

"Akupun kalau datang ke Banjar pasti ziarah ke makam Syeikh Zaini minta berkah beliau."

Lebih lanjut, Habib Umar berkisah:

"Ketika Syeikh Zaini telah wafat, aku sering melihat Syeikh Zaini di makam Zanbal, Hadramaut, Yaman, mengunjungi dan bertemu bertatap muka dengan para Auliya. Ketika wafatnya Syeikh Zaini pada tahun 2005, aku lihat langit terbelah, para malaikat semuanya turun mendatangi Syeikh Zaini."