Minggu, 21 Desember 2025

“Mengapa Ulama Perlu Kaya dan Memiliki Jabatan? Ini Bukan Duniawi, Ini Strategi Penjaga Umat.”

“Mengapa Ulama Perlu Kaya dan Memiliki Jabatan? Ini Bukan Duniawi, Ini Strategi Penjaga Umat.”

Inti Pembahasan: Kekayaan dan Kepemimpinan sebagai Energi Kebaikan

Gus Baha menutup dengan pandangan ulama Syafi’iyah tentang kekayaan dan kekuasaan.

Peran Kekayaan
Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani menjelaskan kepada Imam Syafi’i bahwa harta harus berada di tangan orang saleh.
Jika tidak, harta akan dikelola orang fasik dan menjadi energi maksiat.

Peran Kepangkatan
Jabatan penting agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan orang fasik yang bisa mengeluarkan kebijakan maksiat.
Ketika orang saleh memegang jabatan, kekuasaan berubah menjadi energi kesalehan.

Jawaban Syekh Nawawi
Saat ditanya kenapa ulama mendatangi bupati (mengajukan proposal), bukan sebaliknya, beliau menjawab:
“Ulama tahu gunanya uang, maka mereka mencarinya. Sedangkan bupati tidak tahu gunanya ilmu, maka ia tidak mencarinya.”
Jawaban ini menunjukkan sikap rileks dan logis para ulama.

AMALAN TIDAK AKAN BISA MISKIN/FAQIR SEUMUR HIDUP.

AMALAN TIDAK AKAN BISA MISKIN/FAQIR SEUMUR HIDUP.



Barangsiapa membaca, "Shalallahu ala Muhammad" sehari semalam walaupun kridit/dicicil bertahap membacanya, jumlahnya 500 kali pokoknya mulai di dunia di kubur sampai di akhirat tidak akan susah, arti tidak susah sugih/kaya raya, bahagia dunia akhirat."

(Abah Guru Sekumpul)