“Mengapa Ulama Perlu Kaya dan Memiliki Jabatan? Ini Bukan Duniawi, Ini Strategi Penjaga Umat.”
Inti Pembahasan: Kekayaan dan Kepemimpinan sebagai Energi Kebaikan
Gus Baha menutup dengan pandangan ulama Syafi’iyah tentang kekayaan dan kekuasaan.
Peran Kekayaan
Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani menjelaskan kepada Imam Syafi’i bahwa harta harus berada di tangan orang saleh.
Jika tidak, harta akan dikelola orang fasik dan menjadi energi maksiat.
Peran Kepangkatan
Jabatan penting agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan orang fasik yang bisa mengeluarkan kebijakan maksiat.
Ketika orang saleh memegang jabatan, kekuasaan berubah menjadi energi kesalehan.
Jawaban Syekh Nawawi
Saat ditanya kenapa ulama mendatangi bupati (mengajukan proposal), bukan sebaliknya, beliau menjawab:
“Ulama tahu gunanya uang, maka mereka mencarinya. Sedangkan bupati tidak tahu gunanya ilmu, maka ia tidak mencarinya.”
Jawaban ini menunjukkan sikap rileks dan logis para ulama.